Sebenarnya, ketika kita membicarakan nenek moyang orang Mentawai, bagi kita sebagai generasi Mentawai mestinay konsisten dengan sejarah kita yang diturunkan secara turun-temurun secara lisan. Itu yang harus terus menjadi pedoman bagi kita, apakah itu tidak ada bukti secara tertulis atau sampel sebagai keberadaan nenek moyang Mentawai, itu tidak penting bagi kita. Yang penting adalah sejarah yang sering disampaikan oleh orang tua kita dari nenek moyang kita orang Mentawai.
Saya sangat percaya apa yang diturunkan oleh nenek moyang kita mengenai Mentawai. Contohnya, dari dahulu cara membuat long ayam yang diajarkan secara lisan dan sampai sekarang long ayam itu tetap ada dan bentuknya sama.
Mentawai tidak perlu dikasi sampai pembuktian, yang jelas masing-masing marga/clan di Mentawai memiliki silsilah yang menjadi dasar keberadaan nenek moyang orang Mentawai.
Pada dasarnya sejarah nenek moyang itu sampai saat ini, tidak pernah hilang, hanya persoalannya dihilang-hilangkan demi adanya konsep akademik yang baru.
Orang Mentawai itu tetap berasal pada dua orang nenek moyang, yaitu Situkku Dere dan Aman Lagona. Oleh karena itu masing-masing marga tinggal menguraikan silsilah agar singkron dengan silsilah lain.